ShoutMix chat widget

Pages

Senin, 03 Januari 2011

VW Touran, MPV Keluarga Jerman

Volkswagen tahun ini akan memasarkan salah satu produknya di Indonesia, yaitu MPV Touran 5 pintu. Kendaraan ini akan diluncurkan pada Juli mendatang atau bertepatan dengan IIMS 2009. Hal itu terungkap ketika PT Garuda Mataram Motor mengadakan TSI Media Forum hari ini di Jakarta.

Rencana Indonesia mendirikan pabrik di Indosia sudah dicanang sejak tahun lalu. Paling kiri, Andrew Nasuri bersama dengan eksekutif Indomobil, pejabat pemerintah dan VW Jerman.

Touran adalah MPV 7 penumpang atau tiga deret jok, jenis yang paling disukai di Indonesia sebagai kendaraan keluarga. Jok deret ketiga dari mobil ini dirancang untuk anak kecil. Adapun dimensi hampir sama dengan Kijang Innova. Panjangnya 4.405 mm, lebar 1.794 mm (tidak termasuk spion luar) dan tinggi 1.635 mm. Khusus untuk mesin, VW akan menggunakan TSI berkapasitas 1,4 liter. TSI dirancang khusus untuk mesin berkapasitas kecil. Sebagai contoh, mesin TSI yang diperkenalkan kepada wartawan berkapasitas 1.390 cc. Kemampuannya  menghasilkan tenaga—klaim VW—mencapai 125 kW atau 170 PS. Bandingkan dengan mesin seperti Avanza 1,5 L yang hanya mampu menghasilkan tenaga 109 PS atau Kijang Innova 2,0L bertenaga 100 kW (135 PS).Performa lain dari mesin ini adalah konsumsi bahan bakarnya juga termasuk irit. Penggunaan mesin TSI 1,4 pada VW Golf GT, konsumsi bahan bakarnya 13,9 km/liter.

Teknologi andalan dari mesin bensin ini adalah injeksi langsung, kompresor supercharger, turbocharger, intercooler yang akan menjadinya superior digunakan di tengah kemacetan lalu lintas Jakarta.
Menurut Andrew Nasuri, CEO PT Garuda Mataram Motor, dengan menggunakan mesin 1,4 liter, harga Touran akan menjadi kompetitif. Pasalnya, pajak mesin di bawah 1,5 liter lebih rendah dibandingkan dari mesin di atas 1,5 liter. 
Sudah Dites
Juga dijelaskan, PT Garuda Mataram Motor telah mengetes mesin TSI 1,4 liter tersebut di Indonesia sampai jarak 50.000 km. Pengetesan langsung di bawah pengawasan ahli VW Jerman.
“Kita menggunakan semua bensin yang dijual di Indonesia, baik premium maupun pertamax. Ternyata tidak ada masalah. Karena itulah, kami yakin memilih mesin tersebut buat VW yang akan kita pasarkan di Indonesia,” beber Andrew Nasura yang didampingi oleh Mahaendra Ibrahim Gofar, GM Service Operation VW Singapore. Ditambahkan pula, berdasarkan penelitian VW, dengan menggunakan bensin yang dipasarkan di Indonesia, tenaga turun sekitar 5 persen. “Klaim tenaga maksimum mesin TSI 1,4 dari VW  menggunakan bensin beroktan 98, sedangkan di Indonesia kita menggunakan 92 dan 95,” lanjut Andrew.

Peluncuran dihadiri pimpinan PT Indomobil, Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Dr Budi Darmadi, Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Lufti, dan perwakilan VW, baik dari Jerman maupun Asia (China).

CEO PT GMM Andrew Nasuri  mengategorikan MPV ini sebagai sport family vehicle. “Alasannya, kalau orang masih bujangan beli Porsche 911, setelah punya keluarga beli Touran,” ungkapnya. Dia menambahkan, kemampuan Touran ini dikebut habis di Autobahn Jerman di atas 200 km/jam. Meski begitu, GMM mengklaim, Touran yang dirakit di Indonesia bisa mencapai kecepatan maksimal 198 km/jam. Dijelaskan, GMM menargetkan bisa menjual 150 unit dalam 6 bulan. Sejauh ini, semua komponen yang digunakan masih diimpor dalam bentuk complete knock down (CKD). 

Andalan yang ditawarkan VW pada Touran adalah mesin TSI 1,4 liter dengan transmisi DSG atau double clutch. Dengan dilengkapi supercharger dan turbocharger yang bekerja secara seri plus sistem injeksi langsung, mesin Touran ini diset untuk menghasilkan tenaga 140 PS @5.600 rpm. Namun, performa yang sangat menarik adalah torsi maksimum, 220 Nm @1.500 rpm. Performa terakhir sangat cocok untuk kondisi lalu lintas yang macet seperti Jakarta.
Dengan teknologi mesin tersebut, konsumsi bahan bakar MPV termasuk irit. Klaim VW yang sudah melakukan uji coba 50.000 km di Indonesia, 14 km/liter. Kemampuan MPV 7 penumpang ini untuk sprint 0–100 km/jam 9,7 detik. Fitur canggih yang disertakan pada MPV ini adalah cruise control, climatic AC system, electronic immobilizer, dan anti-theft security system. Adapun untuk keselamatan dan perlindungan buat pengemudi serta penumpang disertakan 6 kantong udara pengaman, electronic stability programme (ESP), antilock braking system (ABS), electronic brake force distribution (EBD), hydraulic brake assist system (HBA), traction control system (TCS), electronic differential lock (EDL), lampu kabut dan lampu depan dengan teknologi DE.  Karena lengkap dan performa hebat plus teknologi berkualitas, VW menilai harga yang mereka tawarkan untuk MPV


Menaklukkan Puncak Pas dengan Mesin Kecil VW Touran

Ketika diajak untuk menjajal VW Touran ( 15-16 Juni ) dengan rute Jakarta-Bandung Jakarta, Kompas.com langsung teringat akan ucapan Andrew Nasuri. "Ini mobil mesinnya kecil, tapi tenaga sangat besar. Saya pernah mengemudi di Autobahn (Jerman) bisa menembus kecepatan 218 km/jam," bilang CEO PT Garuda Mataram Motor, selaku ATPM VW di Indonesia.
Meski GMM sendiri mengklaim kecepatan maksimumnya 198 km/jam. Apa benar, mesin berkapasitas 1.390 cc (1.4L) TSI, 4 silinder DOHC bisa melesat secepat itu? ketidakyakinan Kompas.com kian tebal mana kala dalam satu mobil masih ada lima rekan media lainnya.

Kemampuan mesin sama dengan yang 2.3L Ketika meluncur dari markas GMM di Jln. MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur menuju pos I di pompa bensin Ciawi, kehandalan tenaga belum teruji lantaran melintasi jalan tol. Dan mobil dikemudikan rekan yang lain. Barulah rute menuju check point II di Puncak Pas, giliran Kompas.com yang berada di belakang kemudi. Di situlah keraguan sebelumnya akan kemampuan MPV 7 penumpang itu pupus.

Jalan tanjakan dilibas dengan mudah. Padatnya lalu lintas masih bisa menyalip satu atau dua kendaraan sekaligus. Sekalipun ada kendaraan dari depan berjarak sekitar 150 meter. Sebagai pengemudi begitu yakin menyalip karena ketika dibutuhkan tenaga yang besar segera didapat.

Padahal, mobil menggunakan transmisi matik. Bisa juga dipindahkan ke model transmisi manual karena girboksnya dilengkapi tiptronic system. Sudah begitu, perpindahan tiap giginya sangat halus. Ini lantaran transmisi sudah mengusung teknologi Dual Clutch Gearbox. Apalagi ditambah dengan Dual Sequential Gearbox (DSG), pemindahan jadi lebih halus dibanding dengan transmisi otomatis biasa.
Kembali ke soal tenaga yang dahsyat tadi. Mesin 1.4L menghasilkan tenaga 170 PS karena dilengkapi TSI (Twincharger Stratified Injection) plus direct injection. Jadi, Touren ini punya kemampuan sama dengan mesin 2.3L non-turbo. Dengan teknologi twincharger - turbocharger dan supercharger - yang bekerja secara seri, tenaga besar didapat sejak putaran bawah sampai atas.
Tak heran, saat dalam perjalanan pulang, Kompas.com yang kembali mengemudikan mobil asal Jerman yang sudah rakitan dalam negeri ini, sebentar mencapai kecepatan 190 km/jam dan pedal belum mentok. Hanya, saat itu (pukul 18.00) lalu lintas cukup ramai dan coba melakukan "lane Changing" dengan kecepatan antara 70 km/jam sampai 90 km/jam, goyangan mobil kecil sekali dan penumpang tetap duduk nyaman.

Bunyi "ngelitik" Keyakinan melakukan manuver cukup tinggi lantaran didukung sistem penghenti laju yang bagus. Ketika kaki menyentuh pedal rem, sudah bekerja dan tidak ada 'speleng'. Ini berkat remnya sudah menggunakan ABS dengan EBD dan BA (brake assist). Hanya, ada yang sedikit membuat penasaran, terdengar seperti suara ngelitik dari mesin. Kejadiannya ketika putaran mesin di kisaran 2.500 rpm. "Oh, bukan ngelitik. Bunyi itu tanda peralihan dari supercharger ke turbocharger," jelas Andrew Nasuri. Selain tenaga yang besar, Touran juga punya torsi dahsyat.

Bayangkan, dengan 220Nm diraih pada putaran rendah 1.500 rpm. Kondisi seperti ini hanya bisa dicapai pada mesin diesel. Dengan tenaga yang besar bukannya konsumsi bahan bakar boros. Justru TSI diciptakan untuk mengirit bensin. Pantas kalau dinobatkan sebagai Best New Engine of 2006. Makanya, Touran diklaim bisa menempuh 14 km untuk satu liter melalui jalan kombinasi. Memang, ada satu mobil yang diisi full dari Jakarta (kapasitas 60 liter), tidak mengisi. Padahal, ketika pergi melalui puncak boleh dibilang agak ngebut. Pantas kalau Toure dihargai Rp395 juta karena yang dibeli di sini kecanggihan teknologinya.


Penulis: SBT

VW BERAMBISI GESER TOYOTA


Ambisi Volkswagen AG (VW) untuk menjadi produsen terbesar di dunia masih terus diperjuangkan dan mengintai Toyota yang kini penjualan globalnya menyentuh 7 juta unit. Sementara produsen mobil Jerman itu membayangi dengan selisih tinggal 1 juta unit dari 1,5 juta unit tahun lalu dan penjualannya meningkat 12,7 persen.
"Sangat mungkin VW mencapai 7 juta unit tahun ini karena pemasaran mereka di China, Amerika Serikat, dan di Eropa menguat," beber Max Warburton, analis industri otomotif dari Bernstein Research, seperti dilansir autonews, di London, hari ini. Jika dirinci, sampai September, penjualan grup VW di Eropa menguat 1,1 persen menjadi 2,5 juta unit. Di Negeri Tirai Bambu, lonjakan besar dinikmati sebesar 39 persen atau hampir menyentuh 1,5 juta unit, dan di AS naik 21 persen atau sebanyak 267.500 unit. Memang VW tak pernah menyatakan berapa target penjualan tahun ini, mereka hanya berharap bisa melewati pencapaian tahun lalu sebanyak 6,3 juta unit.
Kepala Penjualan VW Christian Klingler di gelaran Paris Auto Show awal bulan ini mengatakan, kesempatan VW mencapai penjualan 10 juta unit setahun bisa tercapai lebih cepat dari target awal 2018. Dengan pencapaian ini, perusahaan berharap bisa menggeser dominasi Toyota sebagai pemimpin pasar otomotif dunia, baik dari segi penjualan maupun keuntungan.

Penulis: Agung Kurniawan
Editor: Bastian       

VW Up Diproduksi Tahun Depan

FRANKFURT, KOMPAS.com - Setelah kemunculannya pertengahan 2007 silam, akhirnya Volkswagen (VW) memastikan persiapan produksi mobil kompak terbaru Up tahun depan. Debut perdananya di Frankfurt Auto Show September tahun depan sebelum dilepas ke pasar pada tahun yang sama.Estimasi harga yang diberikan sekitar 10.000an euro atau Rp123,7 juta.
Menurut salah seorang sumber, Up diposisikan sebagai reinkarnasi dari VW Beetle untuk abad ke-21. Mobil empat penumpang dengan tiga pintu ini dikabarkan akan dibekali mesin tiga silinder.
Semula, VW akan menempatkan posisi mesin Up pada bagian belakang seperti Beetle. Tapi, hal ini tak selaras dengan upaya penurunan biaya produksi sehingga mesin akan tetap berada di balik kap mesin depan. Up akan diproduksi menggunakan platform yang juga dipakai pada Audi A2 yang peluncurannya direncanakan tahun depan.
Memang belum ada kepastian nama apa yang akan digunakan VW pada mobil ini nantinya. Sedikit spekulasi, produk ini bisa menjadi penerus Fox yang mulai dipasarkan pada 2004 sampai tahun ini. Tapi, satu hal yang pasti Up akan dipasarkan dalam pilihan varian listrik dua tahun setelah model konvensional meluncur atau pada 2013 mendatang. UP listrik akan melengkapi model VW lain yang juga akan dipasarkan dalam varian serupa yakni Golf dan Jetta.

Penulis: Agung Kurniawan
Editor: Bastian       

Selasa, 28 Desember 2010

MEMATENKAN KEGAGAHAN PABRIK VOLKSWAGEN DI WOLFSBURG, JERMAN

Kesombongan tak selalu bermakna negatif. Sebaliknya, kesombongan itu penting. Yang melekat dengan kesombongan itu bukan sekadar eksistensi, tetapi juga proses. Salah satu manifestasi kesombongan itu bisa dilihat di Autostadt di Wolfsburg, Jerman. Autostadt ini masih milik Volkswagen (VW) Group. Diatas lahan seluas 25 hektar, sejumlah gedung dan taman nan asri dibangun dengan ongkos sekitar € 430 juta. Autostadt yang berarti ‘kota otomotif‘ ini letaknya tak jauh dari pabrik VW Golf, VW Golf Plus dan VW Touran di Wolfsburg.


Gagasan untuk membangun Autostadt ini datang dari Ferdinand Piech, cucu Ferdinand Porsche yang mendesain VW Beetle pertama kali. Konon, Piech membayangkan adanya kawasan yang terintegrasi dimana orang-orang bisa melihat, menyentuh, merasakan dan mempelajari soal A-Z semua jenis kendaraan bikinan VW Group. Lebih dari itu, Piech juga ingin orang-orang memahami faktor keamanan dan keselamatan yang selama ini di kampanyekan oleh VW Group. Piech berangan-angan adanya simulator keamanan dan keselamatan. Sehingga, orang bisa mengetahui bagaimana rasanya bila terjadi kecelakaan yang memungkinkan mobil berputar hingga 360 derajat.

Mimpi Piech terwujud tahun 2000. Selama 2 tahun, arsitek bangunan Gunther dan arsitek landscape Wehberg mendesain Autostadt untuk mematenkan kegagahan VW yang menyejarah hingga 69 tahun. Autostadt resmi dibuka untuk umum mulai 1 Juni 2000 dengan target 1 juta pengunjung per tahun. Nyatanya, setiap tahun, Autostadt meladeni sedikitnya 2 juta pengunjung setiap tahun. “Dari anak-anak hingga orang tua, datang ke Autostadt untuk piknik,” kata Nicholas Ashley Batten, International Media Contact Autostadt GmbH. 


Setiap pengunjung kena kutip € 25 per orang dewasa, dan € 11 per anak-anak. Dengan tingkat kunjungan yang semakin tinggi dari hari ke hari, tak heran kalau sekitar 70% biaya operasional Autostadt dibayari oleh Autostadt sendiri, dan sisanya dihandel oleh VW Group. Tapi, lanjut Nicholas, Autostadt tak ingin pengunjung hanya menikmati indahnya desain mobil-mobil VW Group saja. “Kami ingin mereka punya ketertarikan emosional terhadap produk VW,” katanya. Salah satu arena favorit anak-anak adalah menjajal mini Beetle untuk dikayuh di jalur kendaraan khusus anak-anak. Hanya saja, mini Beetle ini hanya untuk anak-anak berusia 5-12 tahun. Autostadt mengharapkan, anak-anak akan spontan bilang, “Aku suka mobil VW ini, ayah!”  Semuanya ada disini Sebanyak 90% pengunjung datang dari Jerman, sisanya berasal dari luar Jerman. The KonsernForum atau Volkswagen GroupForum adalah pintu masuk menuju gedung-gedung di Autostadt. “Kami menyediakan tur dengan 20 bahasa dunia,” kata Nicholas. Kerangka bulat bola dunia menggantung di langit The KonsernForum. Diameternya 5 meter dengan berat sekitar 4,5 ton. Bola dunia ini terefleksi di lantai ruangan yang terbuat dari kaca transparan. Di bawah lantai kaca itu, terdapat sekitar 70 bola dunia berdiameter 30 cm yang berbeda warna. Setiap bola dunia rancangan Mark Henderson ini berisi informasi yang berbeda-beda. Ada bola dunia tentang kawasan-kawasan di dunia yang rentan dengan gempa bumi. Ada juga yang menunjukkan negara-negara di dunia yang dipimpin oleh perempuan. Selain itu, ada juga bola dunia yang menunjukkan ranking konsumsi minyak bumi. Dominasi bangunan di Autostadt adalah kaca dan baja. Tak heran, bebek yang berkejaran di kolam dan kelinci yang berlompatan bisa diintip dari kejauhan. “Nilai filosofi bangunan dari rangkaian baja dan kaca ini adalah transparansi di tubuh VW Group,” kata Nicholas.

Di The Konsern Forum ini, ada begitu banyak area interaktif bagi pengunjung. Misalnya saja di tudio desain yang memungkinkan pengunjung mendesain kendaraan VW sesuai dengan seleranya. Desain yang sudah selesai bisa di cetak diatas kertas sebagai buah tangan untuk dibawa pulang.
Selain itu, simulator keamanan dan keselamatan seperti yang diinginkan Piech juga ada disini. Ada dua kursi dengan sabuk pengaman yang lengkap. Setiap orang bisa mencoba bagaimana rasanya mobil berputar 45 derajat hingga 360 derajat. Tentu saja, operator tidak akan memutar mesin simulator dengan kecepatan tinggi. Masih ada lagi, yaitu layar sinema sebesar putaran 360 derajat yang melingkar mengitari ruangan. Bagian lain dari Autostadt adalah museum VW Group yang menyimpan nenek moyang kendaraan VW Group. Museum ini tersebar dan terpisah oleh danau-danau kecil yang saling terhubung dengan jembatan berdesain minimalis. Setiap merek memiliki museumnya sendiri dengan desain bangunan yang berbeda. Mulai dari Bentley, Lamborgini, Skoda, Audi, VW dan Seat. Slogan museum ini adalah Aus Liebe zum Automobil yang artinya ‘untuk sebuah kecintaan terhadap sebuah kendaraan’. 80 kendaraan yang disimpan di museum ini, mulai dari replika Benz Patent Motor Car, hinggamasterpiece Bugatti 57SC Atlantic 1939, Lamborghini P400 Miura 1967, hingga Jaguar E-type 1964 yang menjadi favorit perempuan kala itu.
Kendaraan terakhir VW Beetle versi lawas yang diproduksi di Meksiko pada tahun 2003 juga ada disini. “Produksi VW Golf ke 25.000.001 yang ditandatangani oleh 100 ribu orang pada 23 Maret 2007 ini akan diletakkan di museum VW,” kata kata Bruno Henika, Group Communications Volkswagen Aktiengesellschaft di Wolfsburg, Jerman.


Kegagahan lain yang dipatenkan VW dalam Autostadt ini adalah gedung kembar setinggi 20 lantai yang menyangga 4000 mobil. Setiap hari, di gedung inilah 1000 orang dari pelosok Jerman datang dan memilih VW impiannya untuk dibawa pulang. Kalau capek, Autostadt sudah berkolaborasi dengan Ritz Carlton untuk menggarap hotel diatas lahan di kawasan Autostadt. Setidaknya ada sekitar 162 kamar dengan tarif minimal € 250 per malam. “Dengan tarif segitu, tingkat okupansi di Ritz Carlton 85%, lo!” tandas Nicholas. 

Genap sudah kegagahan VW. Pabrik, arena pameran dan sebuah kecintaan terhadap VW


( Femi Adi Soempeno Wolfsburg, Jerman)

Velg itu terus menggelinding Wolfsburg, kota Volkswagen di Jerman Femi Adi Soempeno Wolfsburg, Jerman

Delapan bendera berkibar dengan gagahnya di pelataran kawasan otomotif Volkswagen (VW) di Wolfsburg, Jerman. Semua bendera itu bukan bendera negara-negara Uni Eropa, tetapi bendera VW Group. Yaitu, VW, Audi, Bentley, Bugatti, Lamborghini, Seat, Skoda dan VW Commercial Vehicle.


Setinggi tiang bendera yang menjulang, setinggi itulah harapan atas industri otomotif bertahan di Jerman. Nyatanya, otomotif menjadi tulang punggung perekonomian Jerman. Peringkat selanjutnya berturut-turut diduduki oleh industri elektronik, mesin, dan kimia. Bukan hanya VW Group saja yang made in Jerman, tetapi juga BMW, DaimlerChrysler, Porsche dan Opel. VW Group menancapkan 44 pabriknya di 17 negara di pelosok dunia. Mulai dari negara- negara tetangga di Eropa seperti Perancis, dan Spanyol, hingga negara-negara di Asia seperti China dan India. “Kami akan membuka pabrik VW lagi di India dan Ukraina pada tahun 2009,” kata Bruno Henika, Group Communications Volkswagen Aktiengesellschaft di Wolfsburg, Jerman. Menurut Henika, pasar otomotif China berkembang sangat pesat. Menurut hitungan Henika, pasar China tumbuh 51%. Itu sebabnya, VW Group punya perhatian khusus terhadap pasar ini. Belum lagi, pasar Rusia dan India yang juga sama agresifnya dengan China, bakal digarap habis-habisan oleh VW.
Tahun 2006, VW Group menguasai pasar otomotif dunia sebanyak 9,4%. “Tahun ini kami mentargetkan sebesar 10%,” kata Henika. Tentu saja, persaingannya bukan Cuma dengan pabrikan otomotif asal Jerman saja, tetapi juga dengan kendaraan buatan Jepang dan USA.
Ambisi yang membesar dalam arti yang sebenarnya, Volkswagen berarti mobil masyarakat 
( people’s car—red ).



Keinginan untuk mewujudkan adanya kendaraan yang bisa digunakan oleh semua orang di dunia ini muncul sejak tahun 1937 dari cetak biru Ferdinand Porsche, desainer pertama VW Beetle.
Sejak itu, sebuah perusahaan otomotif pun digelindingkan dengan nama Gesellschaft zur Verbeitung des Deutschen Volkswagens mbH. Setahun sesudahnya, nama ini berubah menjadi Volkswagenwerk GmbH. Tahun 1945, VW mencatat produksi kendaraannya sebanyak 1.785 unit dengan penjualan sebesar 11,7 juta Reichsmark
Meski perang dunia II menghancurkan dua pertiga bagian perusahaan ini, namun perusahaan ini tak letoy. Bagian yang rusak berat dibangun kembali pada tahun 1945, termasuk jalur distribusi kereta api untuk ke semua wilayah Eropa. Hingga pada tahun 1955 pabrikan ini sudah mengekspor 177.657 unit dari 328.054 unit kendaraan ke luar Jerman.
Langkah VW semakin agresif. Melihat ceruk yang menggiurkan di pasar otomotif dunia, perusahaan ini mencatatkan diri sebagai perusahaan terbuka pada tahun 1960 dengan menerbitkan saham senilai 360 juta Deutsche Mark (DM). Hasil dari penjualan saham ini dipakai untuk mencaplok beberapa perusahaan otomotif lainnya di Jerman. Sebut saja, Audi NSU Auto Union AG. Di sini, VW Group memiliki 59,5% saham. VW Group juga berkongsi dengan China dengan kepemilikan saham sebesar 50% pada tahun 1985. Setelahnya, VW Group juga bergairah untuk mengakuisisi saham sebesar 75% milik SEAT di tahun 1986 dan digenjot menjadi 99,9% di tahun 1990.
Setahun sesudahnya, VW Group menggaet pabrikan otomotif asal Czech, Skoda. Belum capek membuang duitnya, pada tahun 1998 VW Group memborong Bugatti International SA Holding dan Bentley Motor Cars Ltd sekaligus.

Di pasar otomotif dunia, VW Group ada di ranking nomor 4 setelah Ford Group, General Motors Group dan Toyota Group. “Kami akan menggeser Toyota di posisi ketiga,” kata Henika, tegas. Meski tipis, penjualan kendaraan terus merangkak selama lima tahun terakhir. Tahun 2002, VW Group meludeskan kendaraan sebanyak Lihat saja data penjualan berturut-
turut sejak tahun 2002 hingga tahun lalu. Dari 4,996 juta unit, 5,016 juta unit, 5,143 juta unit, 5,193 juta unit dan 5,720 juta unit. “Tahun ini targetnya 6 juta unit,” kata Henika.
Dari semua kawasan ekspor VW, prosentase penyerapan VW terbesar ada di China. Dibandingkan tahun sebelumnya, tahun lalu China menyedot pertumbuhan kendaraan VW Group sebesar 24,3%, jauh lebih tinggi ketimbang penyerapan pasar Eropa yang hanya 7 %. Dibandingkan tahun 2005, VW Group memangkas jumlah karyawannya di tahun 2006. Tahun 2005, total jenderal karyawan VW Group mencapai 345 ribu orang. Angka ini menciut menjadi 329 ribu orang di tahun 2006. Dengan pemangkasan ini, VW Group membukukan laba € 104,875 juta tahun 2006. Lantas, dari semua perusahaan otomotif di Jerman, manakah yang paling besar dari sisi pendapatan dan penjualan? VW bukan rajanya. Perusahaan yang dibangun sejak tahun 1938 ini harus mengakui kekalahannya atas tebalnya kantong DaimlerChrysler AG. Toh, velg bundar VW terus menggelinding, dan bendera tetap berkibar di Wolfsburg. 

SAAT 1.500 ROBOT BERAKSI DI WOLFSBURG, KOTA VOLKSWAGEN DI JERMAN

Tangan-tangan terampil itu sibuk bekerja di pabrik mobil Volkswagen (VW) di Wolfsburg, Jerman. Mulai dari memindahkan gulungan baja sebanyak 2400 ton per hari hingga memotongnya menjadi beberapa bagian sesuai peruntukannya.
Ada yang dicuilkan untuk bagian pintu, kap mesin, jendela dan tentu saja badan kendaraan. Meski lentik jemarinya yang kuat mengaitkan bagian - bagian baja yang terpisah itu menjadi sebuah kendaraan yang utuh. Toh, percikan api tak membuat tangannya luka. Sebaliknya, ia mantap mengayunkan perekat baja itu sehingga membentuk satu kendaraan VW Golf, VW Golf Plus, dan VW Tourant yang utuh.
Sesudahnya, tangan nan kokoh itu menyemprot bagian kendaraan dengan warna sesuai pesanan. Warna terbanyak adalah navy blue, hitam dan silver metalik. “Warna yang akan tren adalah putih,” kata Bruno Henika, Group Communications Volkswagen Aktiengesellschaft di Wolfsburg, Jerman. Bagian terakhir adalah merekatkan bagian bawah kendaraan, memasang kaca di seluruh pintu dan jendela, dan memasang roda. Untuk memasang roda misalnya. Tangan nan sigap ini hanya membutuhkan sekitar 67 detik saja. Setiap kendaraan dicengkeram dengan erat sehingga tak ada satupun bagian kendaraan yang terlepas.
Tangan-tangan lincah itu tak bernyawa, tetapi kekuatan dan kecepatannya melebihi tangan manusia yang bernyawa. Setidaknya, setiap hari tangan-tangan ini mampu mencetak sekitar 4.000 unit mobil. “Mereka robot di pabrik VW ini, jumlahnya 1500 robot,” kata Henika.


Wolfsburg, permata Jerman Robot-robot itu bekerja di pabrik VW di Wolfsburg. Dari Hannover, letak Wolfsburg sekitar 80 km jauhnya. Sedangkan dari Berlin, letak Hannover 285 km. Tapi tidak semua jenis VW diproduksi disini. Wolfsburg khusus menggarap VW Golf, VW Golf Plus dan VW Touran. Selebihnya, tersebar di beberapa kawasan lain di Jerman. Diantaranya, di Brunswick memproduksi komponen chasis, Kassel untuk spare part, Emden untuk VW Passat dan VW Passat Variant, serta Salzgitter untuk mesin. Masih ada lagi di Zwickau untuk VW Golf dan VW Passat, Dresden untuk VW Phaeton. “Untuk semua keputusan yang berkaitan dengan VW Group, ada di Wolfsburg,” jelas Henika. Kegagahan VW di percaturan bisnis otomotif dunia bukan hanya bisa dilihat dari produknya saja, tetapi dari luas kawasan pabriknya di Wolfsburg yang mencapai 6,5 kilometer persegi. Saking luasnya, perusahaan ini membikin jalur khusus sepeda untuk memudahkan mobilisasi karyawan dari satu bagian ke bagian lainnya di dalam gedung yang sama. Hitung-hitungan jumlah karyawan, saat ini pabrik VW mempekerjakan sekitar 45.900 orang. Sekitar 20.000 karyawan mengangkangi bagian produksi dan sisanya di bagian perkantoran. Total jenderal bersama dengan pabrik lainnya, VW menyedot pekerja sebanyak 80.400 orang.

Usia pabrik ini tergolong tua, yaitu 69 tahun. Beberapa mesin yang masih beroperasi bahkan ada yang usianya lebih dari setengah abad. “Mesin dari tahun 1940 dan 1970 masih bisa beroperasi dengan baik dan masih kami gunakan,” kata Henika. Memang, investasi untuk mesin-mesin pembuat kendaraan ini tak murah. Tapi bukan berarti VW ogah membeli mesin anyar. Misalnya saja, mesin pengepres baja. Setiap mesin pres menggerus modal sedikitnya € 2-3 juta per mesin. “Hitungan total untuk investasi mesin pengepres disini sekitar € 55 juta,” imbuh Henika.
Dengan mesin yang tak murah dan tangan robot nan cekatan, setiap hari pabrik VW di Wolsburg bisa memproduksi untuk pasar ekspor maupun domestik. Sebanyak 65% dari 4.000 unit dilempar ke pasar 150 negara di luar negeri, dan sisanya untuk pasar Jerman. Setiap kendaraan yang diproduksi di sini dilengkapi dengan satu bundel dokumen yang dibungkus dengan map berwarna kuning. “Dokumen ditandatangani dan dibubuhi stempel oleh setiap pekerja yang menangani produksi kendaraan tersebut,” terang Henika. Sehingga, kalau ada kelalaian dalam produksi kendaraan itu, ketahuan siapa yang harus bertanggung jawab. Dokumen ini ada di dalam kendaraan sebelum didistribusikan dengan truk dan kereta. Kalau tidak ada dokumen ini, kendaraan tak boleh keluar dari pabrik. Menurut hitungan Henika, setiap produksi satu unit VW Golf, ditangani oleh 50-60 pekerja. Proses satu unit kendaraan memakan waktu sekitar 32 jam. Selain oleh robot, di setiap bagian pemasangan beberapa bagian kendaraan dan pengecekan terakhir, dilakukan sedikitnya oleh 2-3 karyawan dalam satu grup. Di sebuah lorong, tampak antrian memanjang untuk kendaraan yang siap dioper ke luar Jerman. Tentu saja, di dalamnya ada map kuning yang menyertainya


( Femi Adi Soempeno Wolfsburg, Jerman)